Suatu ketika, Nasruddin bekerja pada seorang majikan yang sangat kaya di kota. Suatu hari, sang majikan memarahi Nasruddin karena dianggap bekerja terlalu lamban dan tidak efisien.
Sang
majikan mencontohkan, "Kalau aku menyuruhmu membeli daging tiga kilogram,
kamu jangan bolak-balik ke pasar. Beli sekaligus tiga kilogram dalam sekali
jalan, agar cepat beres!"
Nasruddin
mendengarkan dengan baik dan meminta maaf. Ia berjanji akan mengubah cara
kerjanya agar langsung selesai dalam satu waktu.
Beberapa
waktu kemudian, sang majikan jatuh sakit. Karena panik dan ingat pesan
Nasruddin untuk mengerjakan segala sesuatu sekaligus agar cepat beres, ia
menyuruh Nasruddin untuk pergi memanggil dokter.
Tak
lama kemudian, Nasruddin kembali ke rumah majikannya. Namun, ia tidak datang
sendirian. Ia datang bersama seorang dokter, seorang tukang memandikan jenazah,
dan beberapa orang tukang gali kubur membawa cangkul serta keranda.
Melihat
kedatangan rombongan maut itu, sang majikan terkejut setengah mati dan
berteriak marah, "Hei Nasruddin! Aku kan cuma suruh kamu panggil dokter!
Kenapa kamu malah bawa tukang gali kubur dan pengusung jenazah?!"
Dengan
wajah polos tanpa dosa, Nasruddin menjawab, "Maaf, Tuan. Bukankah Tuan
sendiri yang mengajari saya tempo hari? Kalau ada apa-apa, harus dikerjakan sekaligus
supaya cepat beres dan tidak bolak-balik!"
